Dalam sebuah riwayat yang di keluarkan oleh Imam At Tirmidzi
bahwa, suatu hari Rasulullah SAW mengutus Mu’adz bin Jabbal menjadi Gubernur di
Yaman. Sebelum keberangkatannya ke Yaman Rasulullah SAW berpesan atau melantik
Mu’adz bin Jabbal dengan sabdanya
sebagai berikut :
اتق الله حيثماكنت وأتبع
السيّئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن (رواه الترميذى)
Artinya: bertaqwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada,
ikutkannlah segenap keburukan yang kamu lakukan dengan kebabaikan, karena
itulah yang dapat mengahapusnya dan bergaullah dengan orang orang dengan akhlak
yang baik. (HR At Tirmidzi)
Menurut hadis diatas bahwa 3 hal yang
harus di lakukan Mu’adz bin Jabbal dalam menjalankan masa tugasnya selama
berdinas :
Pertama: اتق الله حيثماكنت bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada. Yang
dimaksud bertaqwa kepada Allah dalam kesendirian, sebagaimana kamu bertaqwa kepadaNya
pada saat keramaian orang banyak, salah satu hal yang dapat membantu seseoarang
agar bisa bertaqwa adalah dia yakin kalau Allah selalu melihatnya dalam segala
keadaan. Kenapa harus bertaqwa dimana saja berada? Karena selama bertugas di
Yaman Mu’adz bin Jabbal jauh dari penglihatan dan pengawasan Rasulullah, juga
jauh dari para sahabatnya. selama bertugas di Yaman memungkinkan untuk berbuat
dosa dan maksiat serta korupsi. Tetapi kalau bertaqwa kepada Allah dimanapun
berada, maka kemaksiatan apapun bentuknya dapat dihindari.
Kedua: وأتبع السيّئة الحسنة تمحها ikutkanlah segenap keburukan
yang kamu lakukan dengan kebabaikan, karena itulah yang dapat mengahapusnya.
Maksudnya adalah jika kamu wahai Mu’adz melakukan kesalahan, mohonlah ampun
kepada Allah atas segala dosa yang dilakukan. Selanjutnya lakukan kebaikan yang
akan menghapus keburukan dan kesalahan tersebut. Seakan akan kalau sudah
bersalah jangan arogan dan jangan sombong.
Ketiga: وخالق الناس بخلق حسن bergaulah dengan orang orang
menggunakan akhlak yang baik. Maksudnya, selama kamu Mu’adz bertugas di Yaman
maka pargaulilah warga dan rakyatmu dengan baik, dengan akhlak yang baik maka
kamu akan dapat dengan mudah diterima oleh rakyatmu. Jangan pandang warna
kulitnya, jangan pandang berbeda kelompoknya kalau mereka adalah rakyatmu maka
perlakukan dengan baik.
Tiga hal yang di sampaikan Rasulullah
kepada Mu’adz bin Jabbal diatas menjadi rujukan dan tauladan bagi para pemimpin bangsa dan daerah saat ini. Maka tiga
hal ini harus dijadikan pelajaran untuk mengemban amanah. Lewat tulisan singkat
ini pula aku ingin berpesan kepada kalian wahai para pejabat atau yang akan
menjadi pejabat di satu tempat, baik didaerah, dikantor atau di komunitas
apapun.
Pertama: bertaqwalah kalian dimana
saja kalian berada. Apabila kalian bekerja dikantor, atau dimanapun kalian
berada maka bertaqwalah kepada Allah, dengan modal taqwa ini kalian tidak akan
bermaksiat, tidak akan korupsi. Banyaknya kasus korupsi yang marak sekarang ini
akibat kalian tidak bertaqwa kepada Allah. Kasus pelecehan seksual yang
dilakukan oleh oknum guru dan kepala sekolah juga akibat dia tidak bertaqwa
kepada Allah. Bahkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pejabat dan
oknum anggota dewanpun karena mereka semuanya tidak bertaqwa kepada Allah. Bahkan
banyaknya oknum artis dan pengusaha serta pejabat negara yang mendatangi
dukunpun bagian dari tidak bertaqwa kepada Allah SWT.
Kedua: apabila kalian berbuat dosa
maka ikutkan perbuatan dosa dan maksiat tersebut dengan berbuat baik. Sesali
perbuatan dosa dan maksiat dan jangan malah bangga kalau terkena kasus suap,
korupsi dan zinah serta maksiat yang
lain. Dengan menyesalinya kalian akan menjadi manusia suci karena dosa akan di
ampuni Allah serta rakyat akan menyayangi kalian.
Ingatkah akan kisah Nabi Adam AS yang
di kisahkan Allah dalam Al Qur’an, bahwa Nabi Adam dan Istrinya Hawa dilarang
Allah untuk mendekati sebuah pohon (QS. Al Baqarah, 35), tapi yang terjadi
adalah larangan Allah tersebut di laksanan oleh Nabi Adam dan Istrinya Hawa.
Sehingga mereka di usir Allah dari menikmati indahnya surge. Akan tetapi Nabi
Adam dan istrinya Hawa tidak sombong dan tidak mengatakan ada konspirasi
politik, Nabi Adam dan Hawa istrinya beristigfar serta menyesali atas perbuatan
dosanya serta melaksanakan perbuatan baik. (QS Al A’raf ayat 23).
Jangan seperti Iblis, dimana Iblis
ini di perintahkan Allah untuk sujud kepada Nabi Adam, tetapi Iblis tidak mau
bersujud, Iblis malah Sombong, takabur dan arogan QS Al baqarah ayat 35 serta
iblis menuduh ada konspirasi politik, iblis mengklaim dirinya paling suci dan
bersih sedangkan adam adalah makhluk kotor dan tidak punya kelebihan apa apa.
Kalau kalian mengakui perbuatan dosa
dan maksiat serta korupsi, beristigfar dan meninggalkan maksiat tersebut serta
berbuat baik sebanyak mungkin. Maka yang demikian itu adalah generasi Nabi
Adam. Kalau kalian tidak mengakui perbuatan dosa dan maksiat serta korupsi,
tidak beristigfar dan tidak meninggalkan maksiat tersebut serta tidak berbuat
baik apalagi mala membela diri. Maka orang yang demikian itu adalah generasi
iblis.
Ketiga: pergaulilah semua rakyatmu
dengan akhlak yang baik. Ajarkan rakyatmu untuk berkelakuan yang baik. Jangan
mempergauli rakyatmu hanya yang menyoblos kamu saja wahai pejabat, jangan
memberikan proyek kepada orang yang loyal kepadamu saja wahai pejabat, dan
jangan berbuat hanya untuk partai politik saja wahai pejabat. Akan tetapi
pergaulilah seluruh rakyatmu dengan cara yang baik, yang sopan dan akhlak mulia
walaupun mereka tidak memilihmu, bukan partai politikmu. Inilah akhlak
Rasulullah SAW, akhlaknya para sahabat Nabi juga akhlak para tabi’in serta
ulama. Dengan akhlak yang baik dan mulia dalam bergaul bersama rakyat maka
rakyatpun akan baik dan sopan kepada pemimpinnya.
Seharusnya para pemimpin di negeri
ini di lantik dan di ajarkan pesan nabi Muhammad SAW ini saat mereka menjabat
sebuah tugas negara. Dengan mengamalkan pesan yang mulia ini dalam menjalankan
tugas negara maka mereka tidak akan maksiat dan korupsi, mereka akan mengakui
kesalahannya dan tidak akan melawan hokum, mereka pun akan bergaul dengan
rakyatnya menggunakan akhlak yang mulia. Apabila mereka siap menjalankan tiga
amanat Rasulullah ini dipersilahkan untuk melanjutkan tugasnya, apabila tidak
mampu menjalankan tiga pesan Nabi Muhammad ini dipersilahkan untuk meninggalkan
tugasnya.
Hasbunallah
Abdul Hakim Abubakar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar