Rasulullah SAW adalah sosok seorang pemimpin bagi
sebuah bangsa yang patut dijadikan sebagai contoh dan suri tauladan bagi
pemimpin-pemimpin bangsa saat ini. Sebagaimana yang di firmankan Allah dalam Al
Qur’an sebagai berikut:
ôs)©9 tb%x. öNä3s9 Îû ÉAqßu «!$# îouqóé& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_öt ©!$# tPöquø9$#ur tÅzFy$# tx.sur ©!$# #ZÏVx. ÇËÊÈ
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada
(diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut
Allah”. (QS Al Ahzab: 21)
Dari ayat diatas dapat kita fahami bahwa sungguh
dalam diri Rasulullah terdapat suri tauladan bagi semua orang, apabila dia
seorang ulama maka selayaknya mencontohi Rasulullah, apabila dia seorang pengusaha
maka selayaknya mencontohi Rasulullah, apabila dia seorang bapak bagi anak
anaknya dan suami dari istrinya maka ikutilah Rasulullah SAW dan apabila seoarang
pemimpin sebuah Negara maka selayaknya mencontohi Rasulullah SAW. Seseorang yang
mencontohi Rasulullah SAW adalah mereka yang mengharap rahmat Allah SWT,
mempercayai kedatangan hari kiamat dan senantiasa lisannya menyebut nama Allah
SWT. Oleh karena itu maka pemimpin bangsa yang senantiasa mengharap rahmat
Allah maka sepatutnya pemimpin bangsa tersebut mengikuti dan meneladani prilaku
Rasulullah SAW dalam hal kepemimpinan.
Dalam sebuah riwayat, bahwa suatu saat
Rasulullah SAW berda’wah disebuah daerah yaitu “Thoif”. Rasulullah SAW mengajak
orang orang Thoif untuk memeluk agama Islam dan bertauhidkan Allah SWT. Pada saat
berda’wah tersebut Rasulullah SAW mendapatkan perlawanan dari ummatnya, Sehingga
beliau di lempari dengan batu sampai berdarah tubuhnya. Malaikat AS menawarkan
bantuan kepada Nabi Muhammad SAW agar Malaikat tersebut menimpakkan kaumnya di
Thoif dengan sebuah gunung. Nabi Muhammad SAW menolak tawaran dari Makhluk AS
(Malaikat). Dengan kerendahan hati Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya
dan berdoa kepada Allah SWT, doa Rasulullah adalah sebagai berikut:
اللهم اهدى قومى فانهم لا يعلمون
Artinya: “Ya Allah berikan hidayah kepada
kaum ku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui”.
Lihatlah bagaimana Rasulullah mendapat
perlawanan dari ummatnya bahkan ummatnya melempari beliau sehingga berlumuran
darah tubuhnya, akan tetapi beliau tidak membalasnya dengan pukulan dan
lemparan, bahkan Rasulullah membalasnya dengan berdoa supaya ummatnya
mendapatkan hidayah dari Allah SWT… subhanallah…
Wahai para pemimpin, dari level yang paling
rendah sampai level yang paling tinggi. Lewat tulisan singkat ini aku ingatkan
kepada kalian untuk mengukuti dan mencontohi Rasulullah SAW. Kalau kalian
mengikuti prilaku Rasulullah niscaya kalian akan mendapatkan rahmat dari Allah
SWT dan apabila mendapatkan rahmat Allah maka kalian akan mendapatkan kemudahan
dalam mengurusi tugas tugas kalian dalam memimpin. Akan tetapi kalau kalian
tidak mengikuti Rasulullah SAW maka la’nat Allah yang akan kalian dapatkan. Kalau
la’nat Allah yang kalian dapatkan maka kalian akan mendapatkan musibah dan
bencana selama kepemimpinanmu.
Akhir dari 2011 bangsa Indonesia mengalami
banyak kejadian berdarah, yang anehnya kejadian ini justru dilakukan oleh para pejabat
dan para pemimpin terhadap ummatnya. Peristiwa Mesuji di Lampung dan Sumatera,
dimana aparatur pemerintah menembaki dan menyiksa ummatnya. Peristiwa di
pelabuhan Sape Bima NTB, dimana para polisi membubarkan warga dengan
menggunakan senjata lengkap, senjata yang panjang, mobil perang yang besar dan
peluru tak terhitung serta pakaian perang yang komplit. mereka, para polisi
yang biadab itu menembaki dan menyiksa warga seperti binatang, seakan akan
polisi tidak punya peri kebinatangan, sehingga 3 orang warga meninggal dunia dan
puluhan terkena tembakan peluru polisi biadab. Mereka menghadapi ummat yang
menyampaikan aspirasinya karena tanah mereka dirampas oleh investor asing yang
diijinkan oleh pemerintah yang dzolim.
Wahai para pejabat, wahai para pemimpin,
dimanakah hati kalian? Dimanakah pikiran kalian? Dimanakah agama kalian? Bukankah
kalian beragama Islam? Bukankah kalian ummat Rasulullah? Maka selayaknya kalian
menggunakan aturan Islam dalam menjalankan tugas mu, dan mengikuti Rasulullah
dalam menghadapai ummatmu. Islam melarang membunuh sesama manusia, seorang yang
kalian bunuh dari warga mu maka semua ummat merasakan sakit yang dalam.
Rasulullah sangat bijak dan santun menghadapi
ummatnya yang berdemo dengan ekstrim. Beliau menghadapi ummatnya bukan dengan
senjata akan tetapi beliau menghadapinya dengan pemaaf. Wahai para pemimpin
kami ummat ini merindukan kepemimpinan kalian seperti Rasulullah SAW bukan
seperti Fir’aun.
Wahai para polikus, janganlah kalian mengadu
domba ummat dalam rangka mendukung karir politik untuk kepentingan dirimu dan
kelompokmu, tetapi bangunlah karir politikmu dengan membangun ukhuwah diantara
kelompok yang ada, sehingga tercipta dan tercapai cita-cita bangsa. Rajutlah kebersamaan,
tanamkan persaudaraan dan tancapkan persatuan, insya Allah bangsa ini akan maju
dan besar.
Lihatlah Rasulullah SAW saat membangun
Madinah menjadi bangsa yang maju dan besar. Langkah politik pertama yang beliau lakukan di
Madinah adalah mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar. Pola persaudaraan seperti
ini unik dan belum ada duplikasinya dalam sejarah. Meskipun banyak sekali
peristiwa-peristiwa pengungsian seperti ini terjadi dalam satu Negara.
Langkah politik berikutnya yang Rasulullah
SAW lakukan adalah membuat kesepakatan antar berbagai faksi yang ada di Madinah.
Ini merupakan konstitusi pertama Negara Muslim. Setelah Muhammad SAW hijrah ke
Madinah, beliau memandang perlu untuk mengatur hubungan dengan orang-orang non
Muslim. Dalam hal ini beliau bertujuan menciptakan suasana aman, damai, dan
tentram dengan mengatur wilayah dalam satu arahan. Maka, beliau menyusun
undang-undang toleransi yang belum pernah ada didunia yang penuh dengan
fanatisme kesukuan waktu itu.
Sebagai seorang negarawan Muhammad SAW
mempunyai pikiran untuk memberikan jaminan ketenangan dan keamanan bagi semua
warga tanpa pengecualian. Beliau tidak pernah berpikir untuk membangun sebuah
kerajaan. Beliau hanya menginginkan ketenangan jiwa bagi warga Madinah dalam
menganut dan mengamalkan ajaran agama mereka masing-masing. Kurang lebih 13
tahun beliau memimpin atau menjadi seorang presiden kala itu, beliau berhasil
menjadikan kota Madinah dan sekitarnya menjadi masyarakat Madani yang
senantiasa didambakan oleh masyakarat.
Rasulullah sangat bijak dan lihai membangun
peradaban bangsa dan menciptakan karakter masyarakat yang relijius. Dengan perjuangan
tersebut Rasulullah menjadi pemimpin yang dikagumi kawan maupun lawan.
Di tahun 2012 lewat tulisan singkat ini aku
ingatkan kepada para pejabat dan politisi. Wahai para pejabat, hadapai ummat
dengan pemaaf bukan dengan senjata yang mematikan. Wahai para politikus jadilah
politikus yang membangun peradaban bangsa dengan merajut ukhuwah diantara ummat
dan jangan mengadu domba mereka yang dapat memecah belah sehingga menjadi lemah
dan binasa.
Abdul Hakim Abubakar El Kahir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar